Kamis, 26 Juli 2012

TARAWIH DI MASJID RAYA AT-TAQWA KOTA CIREBON 1433 H.


Oleh: H. Abas Sirad, S.H.
(Ketua DKM Raya AT-Taqwa Kota Cirebon)
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakw”., (Q.S. Al Baqarah: 183)
Umat Islam baik yang berada di pelosok tanah air maupun yang berada di seluruh mancanegara menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah dan rasa gembira suka cita atas kedatangan Bulan Puasa Ramadhan. Marhaban yaa Ramadhan.
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah karena kita masih diberikan kesempatan umur panjang untuk dapat melaksanakan ibadah puasa dengan rasa senang karena dalam bulan yang suci ini merupakan bulan yang penuh limpahan rahmat dan hidayah. Penuh pengampunan dari segala dosa dan noda. Pada bulan yang mulia ini diberikan pula kebebasan dari siksa api neraka.
Di dalam Bulan Puasa ini Umat Islam diberikan angin segar dengan turunnya Alquran sebagai sumber hukum (peraturan perundangundangan) yang fundamental bagi tatanan kehidupan manusia di muka bumi Allah SWT., yang mencakup berbagai aspek kehidupan umat seperti bidang perekonomian, politik, sosial kemasyarakatan, dan berbagai macam peraturan yang membedakan antara yang hak dan yang bathil.
Hal ini terungkap dalam firman Allah dalam Surat Al Baqarah (Q.S. 2 : 185) yaitu:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Q.S. 2 : 185).
Syiar agama Islam yang sangat efektif adalah sholat malam yang kini terkenal dengan nama tarawih. Sholat tarawih di malam hari oleh Rasulullah saw., sangat digemari namun tidak diwajibkan, jadi setatus hukumnya sholat tarawih adalah sunnah.
Menurut suatu hadist yang diriwayatkan bukhori bahwa Nabi Muhammad saw., pernah keluar malam hari pergi ke masjid shalat berjamaah dengan sahabat-sahabatnya sampai malam ketiga, sedangkan malam-malam berikutnya beliau tidak hadir tidak mengikuti sholat berjamaah karena dihawatirkan hukumnya bagi umat berikutnya. Padahal yang terkandung dalam sholat malam di Bulan Rhamadhon pahalanya sangat besar sekali yaitu akan diampuni segala dosa-dosa yang terdahulu.
Hal ini sesuai dengan hadist muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw., pernah bersabda: “ Barang siapa yang sholat malam di Bulan Ramadhon karena imannya kepada Allah Swt., dan karena mengharapa pahala dan ampunan serta mohon keridhoan-Nya niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.
Selanjutnya Rasulullah saw., menekankan dalam suatu hadist berasal dari Abu Hurairah bahwa Bulan Ramadhon adalah bulan yang Allah fardhukan atas kamu puasa dan aku telah mensunnahkan bagimu sholat malam (tarawih).
Maka barang siapa berpuasa di siang harinya dan sholat malam (tarawih) dimalam harinya karena iman kepada Allah SWT., dan mengharap pahala dan keridhoannya, niscaya diampuni dari dosa-dosanya dan dalam keadaaan suci seperti pada waktu dilahirkan oleh ibunya.
Diwaktu malam hari Allah SWT., senang sekali atas kehadiran hambanya untuk selalu merenung, mengingat, berdzikir, berdoa dan tadarusan (membaca ayat-ayat suci Alquran).
Karena dengan banyak mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, hati kita mejadi tenanag dan tentram sebagaimana firman Allah SWT., dalam surat Ar-Ra’du (Q.S 13: 28).
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (Q.S 13: 28).
Selanjutnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Ahzab (Q.S 33:41)
“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya”.
Dari uraiain tersebut tampak ada 4 (Empat) macam kegiatan yang memasuki Bulan Suci Ramadhan yaitu : Sholat, Infaq (Shodaqah, Zakat), Amal Sholeh dan menghidupkan malam-malam harinya.
Dari 4 (Empat) aspek kegiatan ini kita memasuki pintu gerbang Bulan Ramadhon, siapa yang memasuki gerbang (training centre) ini? Tidak lain adalah (puasa) yang memasuki bulan suci Ramadhon.
Sholat Khusyu
Nabi Muhammad saw., telah mengatakan bahwa sholat adalah mirajnya kaum muslimin dan muslimat. Oleh karena itu perintah menjalankan ibadah sholat perlu ditingkatkan kualitasnya, artinya tertib rukunnya dilaksanakan dengan khusyu. Bila ibadah sholat sudah baik maka ibadah lainnya dijamin sudah cukup baik, karena itu yang pertama-pertama dihisab pada hari kiamat nanti adalah sholatnya.
Bila sholatnya baik maka ibadah yang lainnya tidak akan dihisab lagi dianggap baik (seperti ujian disekolah bila mata pelajaran pokok hasilnya sangat memuaskan, maka yang lainnya dianggap sudah lulus).
Siapa yang dijanjikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala masuk surga ? Dalam surat Al-Mukminun (QS. 23 : 1 s/d 11) Allah SWT., berfirman:
1.” Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya”. (QS. 23: 1 s/d 2).
Selanjutnya Allah berjanji akan memberikan pusakan yaitu warisan berupa Surga Firdaus di akhirat nanti, penghuninya tidak lain adalah orang-orang yang beriman, bertaqwa dan yang dapat memelihara sholatnya dengan baik yaitu orang-orang tersebut sebagai penghuni surga baik yaitu orang-orang tersebut sebagai penghuni surga “ Firdaus” hidupnya langgeng tidak terputus-putus.
Hal ini terungkap dalam firman Allah SWT., dalam surat Al-Mukminun (QS. 23) ; 9, 10, 11 yaitu :
9. “dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya”.
Akhir kata, kami atas nama DKM Raya At-Taqwa kota Cirebon mengucapkan Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1433 H. Semoga kita mencapai kemenangan dalam ibadah kita.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar